Minggu, 17 Maret 2013

Contoh Bahasa Inggris Kelas 6 SD

1.  

clip_image001
We use ........ to knocking nails into wood.

 

A.

rake

B.

chopper

C.

hammer

D.

hacksaw

2.  

A : Where do you come from?
B :  I ... From Subang

 

A.

come

B.

came

C.

comes

D.

coming

3.  

My father is ........ the office

 

A.

in

B.

on

C.

at

D.

to

4.  

Susan and my father are brother and sister.
Susan is my ........

 

A.

sister

B.

aunt

C.

cousin

D.

niece

5.  

clip_image001[1]
I bite with my ........

 

A.

lips

B.

mouth

C.

teeth

D.

tongue

6.  

clip_image001[2]
My little sister likes ........

 

A.

grapes

B.

mango

C.

papaya

D.

banana

7.  

X : May I borrow your book, please?
Y : Of course, here you are!
X : I will back it to you tomorrow, thank you!
Y : ........

 

A.

you are welcome

B.

see you later

C.

thank's

D.

of course

8.  

P  : Would you open the window please?
Q : ........

 

A.

yes, of course

B.

yes, thank you

C.

you are welcome

D.

yes, I am

9.  

We need ........ to protect us from rain and sunlight.

 

A.

wall

B.

floor

C.

roof

D.

stairs

10.  

Three times four equals ........

 

A.

fifteen

B.

fourteen

C.

thirteen

D.

twelve

11.  

Today is Wednesday, tomorrow is ........

 

A.

Monday

B.

Tuesday

C.

Thursday

D.

Friday

12.  

clip_image001[3]
There are some ........ on the table.

 

A.

books

B.

Magazines

C.

newspaper

D.

pamflet

13.  

Andri is the student of elementary school.
What are the colours of his uniform?

 

A.

white and blue

B.

white and grey

C.

white and black

D.

white and red

14.  

I usually have ........ in the morning.

 

A.

lunch

B.

breakfast

C.

dinner

D.

drink

15.  

The sun sets in the ........

 

A.

north

B.

east

C.

west

D.

south


[ Baca Selengkapnya... ]

Contoh soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD

1.  

Tujuh puluh lima rupiah lima puluh sen.
Jika ditulis dalam bentuk angka, penulisannya yang benar adalah ........

 

A.

Rp 75,50

B.

Rp 755,0

C.

Rp 7,550

D.

Rp 0,7550

2.  

Penggunaan tanda seru yang benar terdapat pada kalimat ........

 

A.

Berapa uang yang kau butuhkan!

B.

Suara Halilintar menggelegar!

C.

"Wah, bagus benar ceritamu!"

D.

Kalau tak salah, dia itu temanku!

3.  

Penggunaan tanda garis miring (/) yang benar pada nomor surat adalah ........

 

A.

No.234.XI/Kop/2003/

B.

No/234/XI/Kop/2003

C.

No. 234/XI/Kop/2003

D.

No 234/XI/Kop.2003/

4.  

Penulisan nama.pulau yang benar terdapat pada kalimat ........

 

A.

Di tengah Danau Toba terdapat Pulau samosir

B.

Di tengah Danau Toba terdapat pulau samosir

C.

Di tengah Danau Toba terdapat pulau Samosir

D.

Di tengah Danau Toba terdapat Pulau Samosir

5.  

Penulisan nama lembaga negara yang benar adalah ........

 

A.

Dewan Perwakilan Rakyat

B.

Majelis permusyawaratan Rakyat

C.

Lembaga Sosial masyarakat

D.

Dewan pertimbangan Agung

6.  

Jasa Petani
Dari sawah dan ladang di sana
Petanilah penanamnya
Panas terik tak mengapa
Hujan rintik tak dirasa
Masyarakat butuh pangan

Makna yang terkandung dalam bait puisi di atas adalah ........

 

A.

Alangkah besar jasa.petani.

B.

Masyarakat butuh pangan.

C.

Kita harus berterima kasih kepada Pak Tani.

D.

Pak Tani bekerja tak kenal lelah

7.  

Kata yang berakhiran -an terdapat pada kalimat ........

 

A.

Pangan termasuk kebutuhan pokok manusia.

B.

Dengan hati-hati Tono menyeberangi jembatan bambu.

C.

Pakan ikan yang utama adalah pelet.

D.

Sayuran sangat baik untuk kesehatan.

8.  

Anita Lutfiana lahir di kota Cirebon, tanggal 2 Mei 1990.
Jika data tersebut dituliskan ke dalam Formulir, maka biodata yang tepat untuk
pernyataan di atas adalah ........

 

A.

Nama          : Anita Lestiana
Tempat lahir : Cirebon
Tgl. Lahir     : 2 Mei 1990
Agama         : Islam

B.

Nama          : Anita Lutfiana
Tempat lahir : Cirebon
Tgl. Lahir     : 2-5-1990
Agama         : Islam

C.

Nama          : Anita Lutfiana
Tempat lahir : Cirebon
Tgl. Lahir     : 2 Mei 1990
Agama         : Islam

D.

Nama          : anita lutfiana
Tempat lahir : Cirebon
Tgl. Lahir     : 2 Mei 1990
Agama         : Islam

9.  

Di bawah ini kata yang bukan berawalan me- adalah ........

 

A.

Harga elektronik menurun tajam.

B.

Harga elektronik merosot tajam.

C.

Harga elektronik menaik tajam.

D.

Dokter sedang memeriksa pasien.

10.  

Gabungan kata yang menyatakan makna milik terdapat pada kalimat ........

 

A.

Kusiram bunga kesayanganku setiap pagi.

B.

Kambing kakek beranak dua ekor.

C.

Dia tinggal di rumah mewah itu.

D.

"Awas, baju putih itu kena kotor !"


[ Baca Selengkapnya... ]

Jumat, 08 Maret 2013

Matahari dan Bagian-bagiannya

Matahari

Matahari adalah bintang induk Tata Surya dan merupakan komponen utama sistem ini. Bintang ini berukuran 332.830 massa bumi. Massa yang besar ini menyebabkan kepadatan inti yang cukup besar untuk bisa mendukung kesinambungan fusi nuklir dan menyemburkan sejumlah energi yang dahsyat. Kebanyakan energi ini dipancarkan ke luar angkasa dalam bentuk radiasi eletromagnetik, termasuk spektrum optik.

struktur matahariMatahari dikategorikan ke dalam bintang kerdil kuning (tipe G V) yang berukuran tengahan, tetapi nama ini bisa menyebabkan kesalahpahaman, karena dibandingkan dengan bintang-bintang yang ada di dalam galaksi Bima Sakti, Matahari termasuk cukup besar dan cemerlang. Bintang diklasifikasikan dengan diagram Hertzsprung-Russell, yaitu sebuah grafik yang menggambarkan hubungan nilai luminositas sebuah bintang terhadap suhu permukaannya. Secara umum, bintang yang lebih panas akan lebih cemerlang. Bintang-bintang yang mengikuti pola ini dikatakan terletak pada deret utama, dan Matahari letaknya persis di tengah deret ini. Akan tetapi, bintang-bintang yang lebih cemerlang dan lebih panas dari Matahari adalah langka, sedangkan bintang-bintang yang lebih redup dan dingin adalah umum.

Dipercayai bahwa posisi Matahari pada deret utama secara umum merupakan "puncak hidup" dari sebuah bintang, karena belum habisnya hidrogen yang tersimpan untuk fusi nuklir. Saat ini Matahari tumbuh semakin cemerlang. Pada awal kehidupannya, tingkat kecemerlangannya adalah sekitar 70 persen dari kecermelangan sekarang

Matahari secara metalisitas dikategorikan sebagai bintang "populasi I". Bintang kategori ini terbentuk lebih akhir pada tingkat evolusi alam semesta, sehingga mengandung lebih banyak unsur yang lebih berat daripada hidrogen dan helium ("metal" dalam sebutan astronomi) dibandingkan dengan bintang "populasi II". Unsur-unsur yang lebih berat daripada hidrogen dan helium terbentuk di dalam inti bintang purba yang kemudian meledak. Bintang-bintang generasi pertama perlu punah terlebih dahulu sebelum alam semesta dapat dipenuhi oleh unsur-unsur yang lebih berat ini.

 

Bintang-bintang tertua mengandung sangat sedikit metal, sedangkan bintang baru mempunyai kandungan metal yang lebih tinggi. Tingkat metalitas yang tinggi ini diperkirakan mempunyai pengaruh penting pada pembentukan sistem Tata Surya, karena terbentuknya planet adalah hasil penggumpalan metal.

 

Zona Radiasi Matahari

image

Di bawah sekitar 0,7 radius matahari, bahan panas matahari dan cukup padat bahwa radiasi panas adalah sarana utama transfer energi dari inti  Zona ini tidak diatur oleh konveksi panas,. Namun suhu turun dari sekitar 7-2000000 kelvin dengan jarak meningkat dari inti ini gradien temperatur kurang dari nilai lapse rate adiabatik dan karenanya tidak dapat mendorong konveksi.  Energi ditransfer oleh radiasi-ion hidrogen dan helium memancarkan foton, yang melakukan perjalanan hanya jarak singkat sebelum diserap oleh ion lain kepadatan menurunkan seratus kali lipat (dari 20 menjadi hanya 0,2 g/cm3 g/cm3) dari 0,25 radius matahari ke puncak zona radiasi.

Zona radiasi dan zona konvektif yang dipisahkan oleh sebuah lapisan transisi, tachocline tersebut. Ini adalah wilayah di mana perubahan tajam  antara rotasi seragam zona radiasi dan rotasi diferensial dari hasil konveksi di zona besar geser-suatu kondisi di mana berturut horisontal lapisan geser melewati satu sama lain Gerakan cairan yang ditemukan di zona konveksi di atas, perlahan-lahan menghilang dari atas lapisan ini ke bawah nya, yang cocok dengan karakteristik tenang zona radiasi di bagian bawah. Saat ini, dihipotesiskan (lihat dinamo Surya), bahwa dinamo magnetik dalam lapisan ini menghasilkan medan magnet Matahari.


[ Baca Selengkapnya... ]

Asal Usul Tata Surya

Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.

Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.

tata surya

Berdasarkan jaraknya dari Matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah

  1. Merkurius (57,9 juta km),
  2. Venus (108 juta km),
  3. Bumi (150 juta km),
  4. Mars (228 juta km),
  5. Yupiter (779 juta km),
  6. Saturnus (1.430 juta km),
  7. Uranus (2.880 juta km), dan
  8. Neptunus (4.500 juta km).

asal usu tata surya

sumber gambar : http://en.wikipedia.org/wiki/Planet

Sejak pertengahan 2008, ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km).

Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami. Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain.

Asal usul Tata Surya

Banyak hipotesis tentang asal usul Tata Surya telah dikemukakan para ahli, beberapa di antaranya adalah:
Pierre-Simon Laplace, pendukung Hipotesis Nebula
Gerard Kuiper, pendukung Hipotesis Kondensasi

1. Hipotesis Nebula

Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg (1688-1772)[1] tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) pada tahun 1775. Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace[2] secara independen pada tahun 1796. Hipotesis ini, yang lebih dikenal dengan Hipotesis Nebula Kant-Laplace, menyebutkan bahwa pada tahap awal, Tata Surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula, dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen. Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu, suhu kabut memanas, dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat, dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling Matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar. Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan konsekuensi dari pembentukan mereka

2. Hipotesis Planetisimal

Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa Tata Surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat dengan Matahari, pada masa awal pembentukan Matahari. Kedekatan tersebut menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan Matahari, dan bersama proses internal Matahari, menarik materi berulang kali dari Matahari. Efek gravitasi bintang mengakibatkan terbentuknya dua lengan spiral yang memanjang dari Matahari. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali, sebagian lain akan tetap di orbit, mendingin dan memadat, dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Objek-objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan, sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid.

3. Hipotesis Pasang Surut Bintang

Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917. Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada Matahari. Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari Matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka, yang kemudian terkondensasi menjadi planet. Namun astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi.[3] Demikian pula astronom Henry Norris Russell mengemukakan keberatannya atas hipotesis tersebut.

4. Hipotesis Kondensasi

Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G.P. Kuiper (1905-1973) pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa Tata Surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.

5. Hipotesis Bintang Kembar

Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya Tata Surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.

sumber : wikipedia


[ Baca Selengkapnya... ]

Tumbuhan monokotil

Tumbuhan berkeping biji tunggal

Tumbuhan bijinya berkeping tunggal (atau monokotil) adalah salah satu dari dua kelompok besar tumbuhan berbunga yang secara klasik diajarkan; kelompok yang lain adalah tumbuhan bijinya berkeping dua atau dikotil. Ciri monokotil yang paling khas adalah bijinya tunggal karena hanya memiliki satu daun lembaga,berakar serabut, daun berseling, tumbuhan biji berkeping satu, tulang daun sejajar dan berbentuk pita . Kelompok ini diakui sebagai takson (sebagai kelas maupun subkelas) dalam berbagai sistem klasifikasi tumbuhan dan mendapat berbagai nama, seperti Monocotyledoneae, Liliopsida, dan Liliidae.

Berdasarkan analisis filogeni, kelompok ini diketahui bersifat monofiletik atau holofiletik. Sistem klasifikasi APG II mengakui monokotil sebagai klad yang disebut monocots. Kelompok tumbuhan ini mencakup berbagai tumbuhan paling berguna dalam kehidupan manusia. Sebagai sumber pangan, sumber energi nabati, sumber bahan baku industri, perumahan, dekorasi, pakaian, media penulisan, zat pewarna, dan sebagainya.

Terdapat sekitar 50 ribu hingga 60 ribu jenis yang telah dikenal; menurut IUCN terdapat 59.300 jenis. Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan) adalah suku yang memiliki anggota terbesar dalam dunia tumbuhan berbunga, dengan 20 ribu jenis.

Anggota suku padi-padian (Poaceae atau Graminae) dikenal sebagai suku dengan areal penanaman terluas di dunia karena nilai pentingnya sebagai sumber bahan pangan. Suku-suku lainnya yang tak kalah penting adalah suku pinang-pinangan (Arecaceae atau Palmae), suku bawang-bawangan (Alliaceae), suku temu-temuan (Zingiberaceae), dan suku pisang-pisangan (Musaceae). Banyak juga di antaranya yang dibudidayakan sebagai tanaman hias.

Ciri-Ciri Tumbuhan Monokotil

1. Bentuk akar
- Monokotil : Memiliki sistem akar serabut

Ciri-Ciri Tumbuhan Monokotil

2. Bentuk sumsum atau pola tulang daun
- Monokotil : Melengkung atau sejajar

3. Kaliptrogen / tudung akar
- Monokotil : Ada tudung akar / kaliptra

4. Jumlah keping biji atau kotiledon
- Monokotil : satu buah keping biji saja

5. Kandungan akar dan batang
- Monokotil : Tidak terdapat kambium

6. Jumlah kelopak bunga
- Monokotil : Umumnya adalah kelipatan tiga

7. Pelindung akar dan batang lembaga
- Monokotil : Ditemukan batang lembaga / koleoptil dan akar lembaga / keleorhiza

8. Pertumbuhan akar dan batang
- Monokotil : Tidak bisa tumbuh berkembang menjadi membesar

Tumbuhan monokotil dikelompokkan menjadi 5 suku, yaitu:

Rumut-rumputan (Graminae), ex : jagung, padi
Pinang-pinangan (Palmae), ex : kelapa, sagu
Pisang-pisangan (Musaceae), ex : pisang ambon, raja
Anggrek-angrekan (Orchidaceae), ex : anggrek, vanili
Jahe-jahean (Zingiberaceae), ex : jahe, kunyit

Struktur jaringan penyusun akar tumbuhan Monokotil sebagai berikut.
a) Epidermis, korteks, dan perisikel memiliki struktur, lokasi, dan fungsi seperti pada akar tanaman Dikotil.
b) Fungsi xilem dan floem sama seperti pada tanaman Dikotil, tetapi letak keduanya saling berdekatan karena tidak memiliki kambium.
c) Empulur, terletak di bagian tengah serta dikelilingi xilem dan floem yang berselang-seling. 

Perhatikan Gambar  agar Anda lebih mengenal struktur jaringan penyusun akar tumbuhan Monokotil.

Gambar akar tumbuhan Monokotil

Bagian – Bagian Biji Monokotil

Kulit Biji (Testa). Kulit biji terletak paling luar. Testa berasal dari intergumen ovule yang mengalami modifikasi selama pembentukan biji berlangsung. Seluruh bagian intergumen dapat berperan dalam pembentukan kulit biji. Akan tetapi pada kebanyakan biji sebagian besar dari jaringan intergumen itu dihancurkan dan diserap oleh jaringan berkembang lain pada biji itu. Pada kulit biji beberapa tumbuhan dapat dijumpai suatu lapisan sel memanjang secara radial, yang menyerupai palisade tetapi tanpa ruang – ruang interseluler yang dinamakan sel malpighi. Lapisan itu terdiri atas selulosa, lignin dan juga kitin. Lapisan testa terdiri dari :

  • Sarkotesta : Lapisan terluar
  • Sklerotesta : Lapisan bagian tengah, tebal dan keras
  • Endotesta : Lapisan terdalam, selaput tipis & berdaging

Ada bagian – bagian yang sering menyertai permukaan biji, yang pada masing – masing biji mempunyai bagian yang berbeda. Bagian – bagian itu adalah:

  • Sayap (Ala). Merupakan pelebaran dari kulit luar sehingga membentuk sayap.
  • Bulu (Coma). Merupakan penonjolan sel – sel kulit luar biji yang berupa rambut – rambut halus.
  • Salut Biji (Arillus). Merupakan pertumbuhan dari tali pusar.
  • Salut Biji Semu (Arillodium). Merupakan pertumbuhan di sekitar liang bakal biji (Microphyle).
  • Pusar Biji (Hilus). Merupakan berkas perlekatan dengan tali pusar.
  • Liang Biji (Microphyle). Liang kecil berkas masuknya buluh serbuk sari kedalam bakal biji pada peristiwa pembuahan. Tepi liang ini sering tumbuh menjadi badan berwarna keputih – putihan dan lunak yang disebut karankula.

Berkas – Berkas Pembuluh Pengangkutan (Chalaza). Merupakan tempat pertemuan antara intergumen dengan nukleus. Tulang Biji (Raphe). Terusan tali pusar pada biji. Biasanya terdapat pada biji yang berasal dari bakal biji.

Struktur Biji Monokotil

  • Kulit Biji
  • Endosperma, adalah jaringan yang mengelilingi embrio dan terdapat di kotiledon yang mengandung cadangan makanan.
  • Skutellum / kotiledon / keping biji. Kotiledon mengandung cadangan makanan yang di dalamnya terdapat pati, protein dan beberapa jenis enzim.
  • Koleoptil, adalah selubung ujung embrio/plumula.
  • Plumula, adalah kuncup primer pucuk batang lembaga.
  • Radikula (bakal akar).
  • Koleoriza, adalah bagian yang menyelubungi akar.
  • Embryonic axis, adalah bagian bawah/pangkal embrio.
  • Hipokotil, adalah bagian bawah embryonic axis yang melekat pada kotiledon.
  • Epikotil, adalah bagian atas embryonic axis yang melekat pada kotiledon.
  • Embrio (bakal tumbuhan)

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Tumbuhan_berkeping_biji_tunggal

http://biologi.blogsome.com/2011/08/15/perbedaan-dikotil-dan-monokotil/

http://www.sentra-edukasi.com/2011/06/akar-tumbuhan-monokotil.html#.UJS71m9g_p8

http://www.pustakasekolah.com/struktur-biji-monokotil.html

Baca juga :


[ Baca Selengkapnya... ]

Pengertian tumbuhan dikotil dan contohnya

Tumbuhan dikotil

Tumbuhan berbiji belah (atau tumbuhan berkeping biji dua atau dikotil) adalah segolongan tumbuhan berbunga yang memiliki ciri khas yang sama: memiliki sepasang daun lembaga (kotiledon). Daun lembaga ini terbentuk sejak dalam tahap biji sehingga biji sebagian besar anggotanya bersifat mudah terbelah dua. Secara klasik, tumbuhan berbunga dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu tumbuhan berkeping biji dua dan tumbuhan berkeping biji tunggal (monokotil).

Sejumlah sistem klasifikasi tumbuhan yang berpengaruh, seperti sistem Takhtajan dan sistem Cronquist mengakui kelompok ini sebagai takson dan menamakannya kelas Magnoliopsida. Nama ini dibentuk dengan menggantikan akhiran -aceae dalam nama Magnoliaceae dengan akhiran -opsida (Pasal 16 dalam ICBN). Kelas Magnoliopsida dipakai sebagai nama takson bagi semua tumbuhan berbunga bukan monokotil. Magnoliopsida adalah nama yang dipakai untuk menggantikan nama yang dipakai sistem klasifikasi yang lebih lama, kelas Dicotyledoneae (kelas "tumbuhan berdaun lembaga dua" atau "tumbuhan dikotil").
Sistem klasifikasi APG II, yang perlahan-lahan mulai luas dipergunakan, tidak mengakui kelompok ini lagi karena bersifat parafiletik: tidak utuh jika tumbuhan berbiji tunggal tidak dimasukkan. Lebih jauh lagi, sistem ini menemukan bahwa dalam kelompok ini terdapat paling tidak tujuh klade yang berbeda secara genetik

Biji Dikotil


Tumbuhan berkeping biji dua (Dicotyledonae)
Ciri-ciri tumbuhan berkeping dua adalah sebagai berikut:
- Ciri utama tumbuhan berkeping biji dua atau tumbuhan dikotil adalah mremiliki dua daun lembaga ( dua kotiledon ).
- Batang pada umumnya bercabang.
- Daun memiliki pertulangan menjari atau menyirip.
- Jaringan pembuluh xilem dan floem pada batang dan akar tersusun dalam lingkaran dan memiliki cambium, sehingga batang dan akar dapat tumbuh membesar.
- Bunga memiliki bagian-bagian dengan kelipatan 4 atau 5, bentuk beraturan dengan warna mencolok.
- Memiliki sistem akar tunggal.
Suku-suku berikut jenis-jenis tumbuhan dikotil diantaranya:
1. Suku getah-getahan (Euhorbiaceae), misalnya: singkong, jarak, karet, puring.
2. Suku polong-polongan (Leguminosae), misalnya: putri malu, petai, flamboyan, kembang merak, kacang kedelai, kacang tanah.
3. Suku terung-terungan (Solanaceae), misalnya: kentang, terong, tomat, cabai, kecubung.
4. Suku jeruk-jerukan (Rutaceae), misalnya: jeruk manis, jeruk bali.
5. Suku kapas-kapasan (Malvaceae), misalnya: kembang sepatu, kapas.
6. Suku jambu-jambuan (Mirtaceae), misalnya: cengkih, jambu biji, jambu air, jambu monyet, jamblang.
7. Suku komposit (Compositae), misalnya: bunga matahari, bunga dahlia, bunga krisan

Batang Dikotil

1. Batang Dikotil
Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :
a. Epidermis
Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel. Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus.
b. Korteks
Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.
c. Endodermis
Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnospermae.
d. Stele/ Silinder Pusat
Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar.
Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler. Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.
Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun.

Akar Dikotil


Struktur Jaringan Penyusun Akar Tumbuhan Dikotil - Akar tumbuhan Dikotil tersusun oleh bermacam-macam jaringan dengan fungsi tertentu. Macam jaringan pada akar Dikotil, letak, dan fungsinya adalah sebagai berikut :
1. Epidermis atau eksodermis akar tumbuhan dikotil
letak epidermis akar ini di bagian terluar akar.
Fungsi Epidermis atau eksodermis akar tumbuhan dikotil  = Jalan masuk air dan garam mineral.
2. Korteks akar tumbuhan dikotil
letak korteks akar akar ini didaerah di sebelah dalam epidermis.
Fungsi korteks akar tumbuhan dikotil  = tempat menyimpan cadangan makanan.
3. Endodermis akar tumbuhan dikotil
letak Endodermis akar ini dilapisan sebelah dalam korteks dan di luar perisikel.
Fungsi Endodermis akar tumbuhan dikotil  = Mengatur masuknya air tanah ke dalam pembuluh. Menyimpan zat makanan.
4 . Perisikel akar tumbuhan dikotil
letak Perisikel akar ini disebelah dalam lapisan endodermis.
Fungsi Perisikel akar tumbuhan dikotil  = Membentuk cabang akar dan kambium gabus.
5. Xilem akar tumbuhan dikotil
letak Perisikel akar ini dibagian tengah akar.
Fungsi Xilem akar tumbuhan dikotil  = Mengangkut air dan garam mineral dari tanah menuju daun.
6. Floem akar tumbuhan dikotil
letak Perisikel akar ini di antara jari-jari yang dibentuk oleh xilem.
Fungsi Perisikel akar tumbuhan dikotil  = Mengangkut zat makanan yang dibuat daun menuju ke seluruh bagian tumbuhan.
7. Empulur akar tumbuhan dikotil
letak Perisikel akar ini dibagian tengah. Di antara bangunan bentuk bintang di dalam xilem.
Fungsi Perisikel akar tumbuhan dikotil  = Menyimpan makanan cadangan.

 

Contoh Tumbuhan Dikotil

Euphorbiaceae

Suku jarak-jarakan  Euphorbiaceae, Ciri-ciri: Batang mengandung getah; Tulang daun menjari; Buah kendaga (memiliki 3 ruang yang masing-masing memiliki satu biji)

Contoh :

Ceremai

Ubi kayu

Karet

Pohon jarak

Puring

Mimosaceae

Suku petai-petaian mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: Berupa pohon atau perdu; Memiliki buah polong.

Contoh :

Putri malu

Lamtora

Saga

Caesalpiniaceae

Suku Johar-joharan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: Berupa pohon atau perdu; Memiliki buah polong

Contoh :

Flamboyan

Kembang Merak

Malvaceae

Suku kapas-kapasan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: Berupa semak atau perdu; Mahkota bunga lima saling melekat pendek.

Contoh:

Kapas

Solanacaeae

Suku terung-terungan atau solonacaeae mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: Berupa semak; Bunga berbentuk seperti terompet atau bintang; Mahkota 5 helai dan saling melekat : benang sari 5 buah, putik 1 buah

Contoh :

Cabe

Tomat

Kentang

Tembakau

Myrtaceae

Suku jambu-jambuan atau Myrtaceae mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: Berupa perdu atau pohon berkayu; Mahkota bunga kecil, benang sari banyak

Contoh :

Jambu air

Jambu biji

Jambu monyet

Jambu batu

Cengkeh

Compositae

Suku Komposite mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: Memiliki bunga majemuk, yaitu bunga tepi dan bunga tabung; Bunga tabung memiliki putik dan benang sari; Bunga tepi tidak.

Contoh :

Bunga dahlia

Bunga matahari

Bunga Crysan

Papilionaceae

Suku Kacang-kacangan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: Bunga berbentuk seperti kupu-kupu; Memiliki buah polong; dalam setiap buah terdapat beberapa ruang biji, masing-masing mengandung satu biji

Contoh :

Semua kacang-kacangan


[ Baca Selengkapnya... ]

Mengenal Elemen-elemen Microsoft Excel 2007

Pengenalan Microsoft Excel 2007

Microsoft Excel merupakan perangkat lunak untuk mengolah data secara otomatis meliputi  perhitungan   dasar,   penggunaan   fungsi-fungsi,   pembuatan   grafik   dan   manajemen   data.
Perangkat   lunak   ini   sangat   membantu   untuk  menyelesaikan   permasalahan   administratif  mulai    yang   paling  sedernaha     sampai   yang  lebih   kompleks.    Permasalahan      sederhana  tersebut   misalnya   membuat   rencana   kebutuhan   barang       meliputi   nama   barang,   jumlah  barang dan perkiraan harga barang. Permasalahan ini sebenarnya dapat juga diselesaikan  menggunakan Microsoft Word karena hanya sedikit memerlukan proses perhitungan, tetapi  lebih   mudah     diselesaikan   dengan    Microsoft  Excel.   Contoh    permasalahan     yang    lebih
kompleks adalah pembuatan laporan keuangan (general ledger) yang memerlukan banyak  perhitungan,     manajemen       data   dengan    menampilkan      grafik   atau   pivot  tabel   atau  penggunaan   fungsi-fungsi   matematis   ataupun   logika   pada   sebuah   laporan.   Penyelesaian  permasalahan       yang   komplek     juga   dapat  memanfaatkan        pemograman       macro    yang  disediakan oleh Excel agar proses penggunaan lebih mudah.

Cara memulai aplikasi Microsoft Excel 2007

Langkah-langkah:
1.  Pilih tombol Start di pojok kiri bawah tampilan windows.
2.  Setelah muncul tampilan menunya pilih Program, kemudian Microsoft Office dan Pilih
    Microsoft Excel.

Mengenal Elemen-elemen Microsoft Excel 2007

Sebelum   melakukan   pengolahan   data   pada   Microsoft   Excel,   terlebih   dahulu    kita   harus  mengetahui elemen-elemen yang ada pada Microsoft Excel

Mengenal Elemen-elemen Microsoft Excel 2007

 

Unsur-unsur utama Layar Microsoft Excel 2007
Judul
Judul menampilkan judul program dan dokumen aktif atau nama file dari lembar kerja
yang aktif.
Office Button
Berisi barisan perintah untuk pengoperasian Program yang standar misalnya membuat
dokumen baru, membuka dokumen lama, menyimpan, mencetak dan mempublish
dokumen.
Akses Cepat Toolbar (Quick Access Toolbar)
Merupakan sarana yang disediakan Microsoft Excel untuk mempercepat akses
berkomunikasi dengannya misalnya menyimpan, mencetak dan sebagainya
Toolbar
Merupakan deretan tool-tool (gambar-gambar) yang mewakili perintah dan berfungsi
untuk mempermudah dan mengefisienkan pengoperasian program.
Help
Bila kita ingin bertanya sesuatu, maka ketik pertanyaan anda pada tempat tersebut. Ms Excel akan memberikan alternatif jawaban terhadap pertanyaan yang dimaksud.
Lembar Kerja (Workbook)
Baris ini berisikan informasi halaman, section, letak insertion point dan tombol
pengendali.
Cell

Cell merupakan

  1. Nomor Baris
  2. Nomor Kolom
  3. Nama Range
  4. Fungsi
  5. Penggulung vertical dan horisontal Untuk memudahkan dalam membaca suatu dokumen dengan menggulung layar vertikal dan horisontal.

[ Baca Selengkapnya... ]